Blog-nya Mas Krisna

Saya anggota DEALING-TEAM of CCF

28 April 2009

Surabaya Shoping Festival 2009

Surabaya sekarang berhias menjadi kota pariwisata, kita lihat saja sekarang kota terbesar ke 2 di Indonesia ini telah mempunyai banyak selkali taman2 kota yang letak nya sngat strategis dan dapat di gunakan sebagai penyeimbang O2 di surabaya,selain itu kita lihat juga program dari pemkot yang bekerjasama dengan Jawa Pos yang sukses membuat beberapa kampung disurabaya kelihatan lebih teduh dan nyaman.


dan sekarang surabaya punya dua program baru yaitu kampung bebas narkoba dan yang paling heboh dan di gembar gembor kan yaitu surabaya shoping festival yang diadakan setiap 1 tahun sekali yang diiikuti sebagian besar mall yang ada disurabaya tentu saja dengan perang diskon yang gila-gilaan,dan program2 yang sangat menguntungkan konsumen yang tentu saja tetap saja tujuan nya promosi agar masyarakat surabaya khususnya dapat berbelanja lebih banyak dari yang biasanya, tetapi yang perlu di ingat jangan tergesa-gesa membeli sesuatu teliti dahulu barangnya atau kwalitasnya dan beli lah barang yang memang dibutuhkan saja ok....








Read more!

02 Maret 2009

puasa dalam setahun

Berikut adalah jenis-jenis puasa sunnah dalam satu tahun


a. Puasa 6 hari dibulan syawwal
Berdasarkan hadits Abu Ayyub Al-Anshari bahwa Raulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“barangsiapa yang berpuasa ramadhan, lalu menyambungnya dengan enam hari dibulan syawwal,maka dia seperti berpuasa sepanjang tahun.”


(HR.Muslim: 1164 )

Hadits ini merupakan nash yang jelas menunjukkan disunnahkannya berpuasa enam hari dibulan syawwal. Adapun sebab mengapa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam menyamakannya dengan puasa setahun lamanya, telah disebutkan oleh Imam Nawawi rahimahullah bahwa beliau berkata:

“berkata para ulama: sesungguhnya amalan tersebut sama kedudukannya dengan puasa sepanjang tahun,sebab satu kebaikannya nilainya sama dengan sepuluh kali lipat, maka bulan ramadhan sama seperti 10 bulan,dan enam hari sama seperti dua bulan.”

(Syarah Nawawi:8/56)

Hal ini dikuatkan dengan hadits Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:

صيام شهر رمضان بعشرة أشهر وصيام ستة أيام بشهرين فذلك صيام سنة

“berpuasa ramadhan seimbang dengan sepuluh bulan,dan berpuasa enam hari seimbang dengan dua bulan,maka yang demikian itu sama dengan berpuasa setahun.”

(HR.Nasaai dalam Al-kubra (2860),Al-Baihaqi (4/293),dishahihkan Al-Albani dalam Al-Irwa’ (4/107).



b. Puasa senin dan kamis
Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa pada hari senin? Maka beliau menjawab:

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فيه وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أو أُنْزِلَ عَلَيَّ فيه

“itu adalah hari yang aku dilahirkan padanya,dan aku diutus,atau diturunkan kepadaku (wahyu).”

(HR.Muslim:1162)

Juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan yang lainnya dari Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau ditanya tentang puasanya Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam, maka beliau menjawab:

وَكَانَ يَتَحَرَّى صِيَامَ الاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ

“adalah beliau senantiasa menjaga puasa pada hari senin dan kamis”

(HR.Tirmidzi (745),Ibnu Majah:1739,An-Nassai (2187),Ibnu Hibban (3643).dan dishahihkan Al-Albani dalam shahih Ibnu Majah)

Juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Nabi shallahu ‘alaihi wasalam berpuasa pada hari senin dan kamis. Lalu ada yang bertanya: sesungguhnya engkau senantiasa berpuasa pada hari senin dan kamis? Beliau menjawab:

تُفَتَّحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يوم الإثنين وَالْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ فِيهِمَا لِمَنْ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شيئا إلا الْمُهْتَجِرَيْنِ يُقَالُ رُدُّوا هَذَيْنِ حتى يَصْطَلِحَا

“dibuka pintu-pintu surga pada hari senin dan kamis,lalu diampuni (dosa) setiap orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun,kecuali dua orang yang saling bertikai,dikatakan: biarkan mereka berdua sampai keduanya berbaikan.”

(HR.Tirmidzi (2023),Ibnu Majah (1740),dan dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi dan Ibnu Majah)


c. Puasa Dawud ‘Alaihissalam
Berdasarkan hadits yang datang dari Abdullah bin Amr bin ‘Al-Ash radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bersabda

أَحَبُّ الصِّيَامِ إلى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ كان يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا وَأَحَبُّ الصَّلَاةِ إلى اللَّهِ صَلَاةُ دَاوُدَ كان يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ

“puasa yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah puasa Dawud,beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari.Dan shalat yang paling dicintai Allah adalah shalatnya Dawud,beliau tidur dipertengahan malam,lalu bangun (shalat) pada sepertiga malam,dan tidur pada seperenamnya.”

(HR.Bukhari :3238,dan Muslim:1159)

Dalam riwayat lain beliau shallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

لَا صَوْمَ فَوْقَ صَوْمِ دَاوُدَ عليه السَّلَام شَطْرَ الدَّهَرِ صُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا


“tidak ada puasa (yang lebih utama) diatas puasa Dawud Alaihisssalam,setengah tahun,berpuasalah sehari dan berbukalah sehari.”

(HR.Bukhari: 1879,Muslim:1159)


d. Puasa tiga hari dalam sebulan
Berdasarkan hadits Abdullah bin Amr bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam berkata kepadanya:

وَإِنَّ بِحَسْبِكَ أَنْ تَصُومَ كُلَّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فإن لك بِكُلِّ حَسَنَةٍ عَشْرَ أَمْثَالِهَا فإن ذلك صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ


“dan sesungguhnya cukup bagimu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan,karena sesungguhnya bagimu pada setiap kebaikan mendapat sepuluh kali semisalnya,maka itu sama dengan berpuasa setahun penuh.”

(HR.Bukhari:1874,Muslim:1159)

Juga diriwayatkan oleh Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau ditanya oleh Mu’adzah Al-Adawiyyah: apakah Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam senantiasa berpuasa tiga hari dalam setiap bulan? Maka beliau menjawab: iya.Lalu ditanya lagi: pada hari yang mana dari bulan tersebut? Beliau menjawab:

لم يَكُنْ يُبَالِي من أَيِّ أَيَّامِ الشَّهْرِ يَصُومُ

“beliau tidak peduli dihari yang mana dari bulan tersebut ia berpuasa.”

(HR.Muslim:1160)

Juga dari hadits Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa beliau berkata:


أَوْصَانِي خَلِيلِي e بِثَلَاثٍ صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ من كل شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قبل أَنْ أَنَامَ


“Teman setiaku Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam memberi wasiat kepadaku untuk berpuasa tiga hari dalam setiap bulan,mengerjakan shalat dua raka’at dhuha,dan agar aku mengerjakan shalat witir sebelum aku tidur.”

(HR.Bukhari:1180)

Hadits ini menjelaskan bahwa diperbolehkan pada hari yang mana saja dari bulan tersebut ia berpuasa,maka ia telah mengamalkan sunnah.Namun jika ia ingin mengamalkan yang lebih utama lagi,maka dianjurkan untuk berpuasa pada pertengahan bulan hijriyyah, yaitu tanggal 13,14 dan 15. Hal ini berdasarkan hadits yang datang dari Abu Dzar radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

يا أَبَا ذَرٍّ إذا صُمْتَ من الشَّهْرِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

“wahai Abu Dzar,jika engkau hendak berpuasa tiga hari dalam sebulan,maka berpuasalah pada hari ketiga belas,empat belas dan lima belas.”

(HR.Tirmidzi:761,An-Nasaai:2424,ahmad:5/162,Ibnu Khuzaimah: 2128,Al-Baihaqi: 4/292.Dihasankan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa’:4/101-102)

Puasa tiga hari dipertengahan bulan ini disebut dengan hari-hari putih. Dalam riwayat lain dari hadits Abu Dzar radhiallahu’anhu,beliau berkata:

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ e أَنْ نَصُومَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاثَةَ أَيَّامِ الْبِيضِ ثَلاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

“Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam memerintah kami untuk berpuasa tiga hari-hari putih dalam setiap bulan:13,14 dan 15.”

(HR.Ibnu Hibban:3656)

disebut sebagai “hari-hari putih” disebabkan karena malam-malam yang terdapat pada tanggal tersebut bulan bersinar putih dan terang benderang.

(lihat:fathul Bari:4/226)

Yang lebih menunjukkan keutamaan yang besar dalam berpuasa pada hari-hari putih tersebut, dimana Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam tidak pernah meninggalkan amalan ini. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhu bahwa beliau berkata:

كان رسول اللَّهِ صلى اللَّهُ عليه وسلم لا يَدَعُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيضِ في سَفَرٍ وَلا حَضَرٍ

“adalah Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam tidak pernah meninggalkan puasa pada hari-hari putih,baik diwaktu safar maupun disaat mukim.”

(HR.At-thabarani: ,dishahihkan Al-Albani dalam shahihul jami’:4848).

e. Puasa Arafah
Berdasarkan hadits Abu Qatadah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam ditanya tentang puasa pada hari arafah,Beliau menjawab:

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

“menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”

(HR.Muslim:1162)

Kecuali bagi mereka yang sedang wukuf di Arafah dalam rangka menunaikan ibadah haji,maka tidak dianjurkan berpuasa pada hari itu. Berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam berbuka di Arafah,Ummul Fadhl mengirimkan segelas susu kepada beliau,lalu beliau meminumnya.”

(HR.Tirmidzi: 750,dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi)

Juga diriwayatkan dari hadits Ibnu Umar radhiallahu’anhu bahwa beliau ditanya tentang hukum berpuasa pada hari Arafah di Arafah?,beliau menjawab”

حَجَجْتُ مع النبي e فلم يَصُمْهُ وَمَعَ أبي بَكْرٍ فلم يَصُمْهُ وَمَعَ عُمَرَ فلم يَصُمْهُ وَمَعَ عُثْمَانَ فلم يَصُمْهُ وأنا لَا أَصُومُهُ ولا آمُرُ بِهِ ولا أَنْهَى عنه

“aku menunaikan ibadah haji bersama Nabi shallahu ‘alaihi wasalam dan beliau tidak berpuasa pada hari itu,aku bersama Abu Bakar radhiallahu’anhu beliau pun tidak berpuasa padanya,aku bersama Umar dan beliau pun tidak berpuasa padanya,aku bersama Utsman dan beliau pun tidak berpuasa padanya. Dan akupun tidak berpuasa padanya,dan aku tidak memerintahkannya dan tidak pula melarangnya.”

(HR.Tirmidzi:751.Dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi)

f. Puasa dibulan muharram,khususnya pada hari ‘Asyura (10 muharram)
Bulan muharram adalah bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak berpuasa padanya. Berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“puasa yang paling afdhal setelah ramadhan adalah bulan Allah: muharram,dan shalat yang paling afdhal setelah shalat wajib adalah shalat malam.”

(HR.Muslim:1163)

Dan diantara hari-hari dibulan tersebut,lebih dianjurkan lagi berpuasa pada hari Asyura,yaitu tanggal 10 muharram. Banyak hadits-hadits yang menunjukkan sangat dianjurkannya berpuasa pada hari ‘Asyura. Diantaranya adalah hadits Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau berkata:

كان رسول اللَّهِ  أَمَرَ بِصِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فلما فُرِضَ رَمَضَانُ كان من شَاءَ صَامَ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ

Adalah Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam memerintahkan (perintah yang mewajibkan) puasa pada hari ‘Asyura. Maka tatkala telah diwajibkannya ramadhan,maka siapa yang ingin berpuasa maka silahkan dan siapa yang ingin berbuka juga boleh.”

(HR.Bukhari:1897,Muslim: 1125)

Dalam riwayat Muslim dari hadits Abu Qatadah bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam ditanya tentang puasa pada hari ‘Asyura,maka beliau menjawab:

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

“menghapus dosa setahun yang telah lalu.”

(HR.Muslim:1162)

Dan juga dianjurkan berpuasa pada tanggal sembilan muharram,berdasarkan hadits Ibnu abbas radhiallahu’anhu bahwa beliau berkata: tatkala Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya. Mereka (para shahabat) berkata:wahai Rasulullah,itu adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashara. Maka bersabda Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam : jika tiba tahun yang berikutnya,insya Allah kita pun berpuasa pada hari kesembilan. Namun belum tiba tahun berikutnya hingga Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam wafat.”

(HR.Muslim:1134)

g. Puasa dibulan sya’ban
Diantara bulan yang dianjurkan memperbanyak puasa adalah dibulan sya’ban. Berdasarkan hadits Aisyah radhiallahu anha bahwa beliau berkata:


فما رأيت رَسُولَ اللَّهِ  اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إلا رَمَضَانَ وما رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا منه في شَعْبَانَ

“aku tidak pernah melihat Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam menyempurnakan puasa sebulan penuh kecuali ramadhan,dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak dari bulan sya’ban,”

(HR.Bukhari:1868)

Kecuali pada hari-hari terakhir,sehari atau dua hari sebelum ramadhan ,tidak diperbolehkan berpuasa pada hari itu,terkecuali seseorang yang menjadi hari kebiasaannya berpuasa maka dibolehkan,seperti seseorang yang terbiasa berpuasa senin kamis,lalu sehari atau dua hari tersebut bertepatan dengan hari senin atau kamis. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bahwa beliau bersabda:

لَا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ ولا يَوْمَيْنِ إلا رَجُلٌ كان يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ

“janganlah kalian mendahului ramadhan dengan berpuasa sehari dan dua hari,kecuali seseorang yang biasa berpuasa pada hari itu maka boleh baginya berpuasa.

(HR.Muslim:1082)

Semoga Allah senantiasa menambah ilmu yang bermanfaat dan amal saleh kita yang senantiasa diterima disisi-Nya.

Ditulis oleh:

Al Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi

17 syawal 1428 H.


Sumber : Darussalaf.org




Read more!

20 Januari 2009

arti sebuah keikhlasan dan pengorbanan

sekarang hari selasa jam 08.01 pagi saya sudah berada dikantor, sebenarnya dikantor masuk jam 6.15 tapi saya lupa alhasil ya terlambat dech heheehehe...

tetapi itu bukan inti persolannya, kemarin hari minggu tangggal 18 januari 2008 ada dua kegiatan yang saya hadapi dan di waktu yang bersamaaan pula, satu acara reuni yang sangat saya pingin ikuti kedua biasa acara silat yang tidak mungkin saya tinggal juga karena ada murid2 saya di acara tersebut.



tapi pada akhirnya acara silat lah yang saya pilih karena saya dituntut profesional karena saya dibayar dan juga masalah tanggung jawab, yang saya herankan pada waktu acara silat berlangsung masalah reuni tidak ingat sama sekali pada malam harinya baru ingat ya heheheheh.......

disitu saya renungkan lagi kok bisa lupa ya lalu pada hari selasa tanggal 20 hari selasa aku buka face book temen2ku ternyata ada foto reuni dan dari situ saya melihat temen2 ku waktu smu jadi kangen ma anak2 waktu dulu, tidak apa apalah semua sudah terjadi dihari ini aku dapat pelajaran hidup lagi tentang arti keikhlasan da pengorbanan terima kasih ya tuhan.....




Read more!

12 Januari 2009

malam pertama

ada sesuatu yang menarik perhatian saya sewaktu menghadiri acara syukuran nikahan tetangga saya, yang pertama saya belum pernah acara tersebut jadi sewaktu datang tentu saja hal hal pertama yang muncul di benak saya kok aneh ya, kok gini ya.....
...

salah satunya yaitu ceramah sang penghulu yang sangat mengena yaitu, kalau orang menikah membutuhkan 5 m, melumah, mengkurep, modot, melbu, metu yang tentu saja membuat suasana menjadi heboh waktu itu waktu penghulu bilang tersebut apalagi pas penghulu menanyai apaka mas... anunya bisa modot ? heheheh....



tentu saja 5 m tersebut memiliki arti da filosofi sendiri, melumah berarti wanita harus bisa nrimo, mengkurep pria harus bisa melindungi istri, modot dalam rumah tangga harus ada peerubahan ke arah yang lebih baik,yang terkhir melbu metu arti nya pasti tahu sendiri lah

ada satu cerita lagi yang sangat menarik yaitu ketika rosul menikahkan anaknya dengan salas satu sahabat rosul datanglah malaikat jibril datang ke rosul dan bertanya apakah rosul tahu apa yang dilakukan anakmu didalam kamar rosul menjawab tidak tahu, terus jibril berkata mereka menghamparkan sajadah dan sholat bersama dilanjutka dengan mengaji....



Read more!

01 Desember 2008

jalur lyn atau bemo disurabaya


JALUR LYN ATAU BEMO DISURABAYA


No. Kode Trayek Asal Tujuan Trayek


1. BJ Benowo-Kalimas Barat PP.
2. BK Bangkingan-Karang Pilang PP.
3. BKI Bratang-Kutisari Indah PP.
4. BM Bratang-Perumnas Menanggal PP.
5. C Pasar Loak/Sedayu-Karang Menjangan PP.
6. D Joyoboyo-Pasar Turi-Sidorame PP.
7. DA Kalimas Barat-Citra Raya PP.
8. DKB Dukuh Kupang- Benowo PP.
9. DKM Dukuh Kupang-Menanggal PP.
10. DP Kalimas Barat/Petekan - Manukan Kulon PP.
11. DWM Balongsari-Pangkalan Karah PP.
12. E Petojo-Sawahan/Simo Rukun/Balongsari PP.
13. F Endrosono-Joyoboyo PP.


14. G T. Joyoboyo - Krb.Menjangan/lKrg. Pilang/Lakarsantri PP.
15. GL Pasar Loak-Gadung PP.
16. GS Gunung Anyar-Sidorame PP.
17. H.2 Pasar Wonokromo-Pagesangan P P.
18. H.2P Pasar Wonokromo-Terminal Menanggal PP.
19. I Dukuh Kupang-Benowo PP.
20. IM Benowo-Simokerto PP.
21. J Joyoboyo-Kalianak PP.
22. JBMN Joyoboyo-Gunung Anyar PP.
23. JK Joyoboyo-Kalijudan-Kenjeran PP.
24. JMK Kenjeran-Kalimas Barat PP.
25. JTK Joyoboyo-Tambak Klangri PP.
26. JTK.2 Joyoboyo-Medokan Ayu PP.
27. K Ujung Baru-Kalimas Barat-Pasar Loak PP.
28. KIP.1 Kutisari Indah-Petojo PP.
29. KIP.2 Kutisari Indah-Petojo PP.
30. L.2 Ujung Baru-Sasak-Petojo PP.
31. LK; Manukan Kulon-Pasar Loak-Kenjeran PP.
32. LMJ Lakarsantri-Manukan Kulon-Kalimas Barat PP.
33. M Terminal Joyoboyo-Dinoyo-Kayun-Kalimas Barat PP.
34. N Kalimas Barat-Menur-Bratang PP.
35. O Tambak Wedi-Petolo-Keputlh PP.
36. O.1 Kallmal Barai-Kaputlh PP.
37. O.2 (WK) Tambak Oso Wilangun-Petojo-Keputih PP.
38. P Joyoboyo-Kenjeran/Petojo-Ketintang PP.
39. Q Kalimas Barat-Bratang PP.
40. R Kalimas Barat-Kapasan-Kenjeran PP.
41. R.1 Kalimas Barat-Nambangan-Kenjeran PP.
42. RBK Rungkut Barata-Kenjeran PP.
43. RDK Dukuh Kupang-Benowo PP.
44. RT Rungkut-Pasar Turi PP.
45. S Joyoboyo-Bratang-Kenjeran PP.
46. T.1 Margorejo-Joyoboyo-Sawahan-Simorejo PP.
47. T.2 Joyoboyo-Kenjeran/Wisma Permai PP.
48. TV Joyoboyo-Citra Raya/Manukan Kulon/Banjar Sugihan PP.
49. U Joyoboyo-Rungkut/Wonorejo/Joyobekti PP.
50. UBB Ujung Baru-Bratang PP.
51. UBK Ujung Baru-Kenjeran PP.
52. U Joyoboyo-Tambak Rejo PP.
53. W Dk.Kupang-Kapas Krampung-Kenjeran/Kr.Menjangan PP.
54. B Wonosari-Bratang PP.
55. WLD Wonoarum-Pasar Loak-Dukuh Kupang PP.
56. WLD.2 Bulak Banteng-Dukuh Kupang PP.
57. V Joyoboyo-Demak PP.
58. Z Kalimas Barat-Benowo PP.
59. Z.1 Benowo-Ujung Baru





Read more!